Kita keliatan putih karena ada dilingkungan orang2 yang nggak putih, dan kita keliatan hitam karena sedang berada di komunitas orang yang nggak hitam. Jadi asli kita itu semestinya adalah normal2 saja, biasa2 saja.
Orang bodoh itu nggak ada. Mereka adalah orang biasa yang kebetulan ada di komunitas orang nggak bodoh. Demikian juga dengan orang pinter, mereka adalah orang biasa yang kebetulan ada di komunitas orang nggak pinter.
Orang tinggipun nggak ada. Mereka adalah orang biasa yang kebetulan ada di komunitas orang pendek. Demikian juga dengan orang pendek, mereka adalah orang biasa yang kebetulan ada di komunitas orang2 jangkung.
Semua kita adalah biasa. Yang biasa bisa jadi luar biasa atau tidak biasa ketika ada di komunitas yang beda. Blog sayapun tak terkecuali. Blog ini adalah blog biasa. Keliatan anti biasa karena kebetulan blog yang lain masih biasa2 saja… 
Secara matematis semua hari punya durasi yang sama yaitu 24 jam, tapi secara psikologis hari Minggu terasa lebih singkat dibanding hari lain. Belum apa2 tau2 udah Senin, tapi kalau Senin rasanya nggak ganti2.
Kenapa bisa demikian?
Untuk menjawab hal itu kita bisa gunakan metalogika yaitu matematika campur logika. Minggu berasa cepat karena ketika Minggu pikiran kita tertuju ke Senin, sementara saat Senin pikiran kita tertuju ke Minggu. Minggu ke Senin tanpa jeda, sementara Senin ke Minggu musti melewati Selasa, Rabu… dst sampai Sabtu.
Dan ternyata…
Hari2 Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu banyak dihabiskan orang untuk menunggu datangnya Minggu…
Yang masih jadi ganjalan dan sampai sekarang belum ketemu jawabnya adalah knapa rentang waktu selama tujuh hari itu kok dinamakan seminggu?. Knapa tidak sesenin atau sekamis?. Ada yang bisa menjelaskan?.