Archive

Archive for the ‘logika’ Category

Fatwa Haram Untuk Plugin Tertentu?

March 3rd, 2010 Mars 61 comments

Siapapun pasti sepakat, bahwa internet adalah barang canggih, minimal lebih canggih dibanding teknologi milik PLN yang pakai kabel. Tapi kecanggihan itu mentah sementah2nya ketika muncul kejadian aneh yang jauh dari logika saya.

Kejadian ini bukan saya yang mengalami, tapi sahabat saya Mas Casrudi. Hanya gara2 pasang beberapa plugin statistik*), blognya disuspend oleh pihak penyedia hosting dengan dalih mengganggu nasabah lain. Kenapa teknologi yang katanya canggih bisa serentan itu kena efek sederhana bahkan sangat sederhana?.

Read more…

0,999… dan 1 itu sama !

February 22nd, 2010 Mars 45 comments

Biar ilmu Matematika saya nggak tergusur html dowang, kali ini saya akan menulis topik tentang Matematika. Bukan tentang Integral maupun Diferensial, tapi mau ngomong tentang bilangan.

Yang pernah belajar Matematika pasti tau bahwa 1 dan 0,999… itu tidak sama dan tak akan pernah sama. Tapi ternyata eh ternyata 1 itu sama dengan 0,999…

Bukan akal2an, bukan rekayasa dan bukan manipulasi. Ini fakta ilmiah yang sistematis dan matematis. Inilah buktinya…

Jadi mulai sekarang, kesamaan 1 = 0,999… haruslah kita terima dengan ikhlas sebagai sebuah keniscayaan tanpa bimbang dan ragu, tanpa rasa was2. Fakta yang saya sampaikan di atas kebenarannya didukung teori yang valid dan terpercaya.

tapi hati2 dengan yang berikut ini…

Kembali Ke Jaman Batu

January 27th, 2010 Mars 56 comments

Kembali Ke Jaman Batu

Seratus persen yang baca blog saya pasti pernah melihat iklan seperti di bawah ini, dan seratus persen pula tidak percaya dengan isinya.

Cari Uang Lewat Internet
mau jutaan rupiah dlm sehari?. Anda bisa membuat 200 ribu jadi penghasilan tanpa batas
modalklick.com

Rahasia Sang Milyarder
hanya dengan satu langkah mudah, dan sayalah buktinya
milyarder.net

Kalau iklan seperti itu benar dan semudah itu mendapatkan uang jutaan dalam sehari, maka semua orang akan kaya.

Dan kalau semua orang sudah kaya, maka kita akan kembali ke jaman batu.

Betapa tidak…
Ketika telah kaya raya, mana mau petani berpanas2 di sawah, mana mau penjahit kurang tidur karena njahit baju, mana mau guru ngajar di kelas teriak2.

Jalan raya akan penuh lobang karena tukang tambalnya dah kaya raya, aliran listrik nggak nyala karena nggak ada petugasnya.

Genting bocor musti ngganti sendiri karena nyari tukang kagak ada yang mau. Mereka dah kaya!

Jangan mimpi cari pembantu, karena mereka dah jadi orang kaya.

Mau masak sendiri?.
Apanya yang mau dimasak?. Beras dari mana?

Lelaki akan gondrong2, karena tukang cukur tidak ada lagi.

Selain gondrong, kita juga ketombean. Karyawan pabrik shampo anti ketombe sudah kagak kerja lagi karena kaya2.

Mau minum?
Minum apa wong PAM tutup, pegawainya pensiun karena kaya2. Paling2 kita tengadah nunggu hujan.

Mau ngeblog?
Emangnya komputer bisa nyala pakai lilin, lha wong PLN juga macet tak ada lagi yang mau kerja.

Yang mau nikah kasihan sekali, cari penghulu kagak dapet2.

Mungkin juga semua kita jadi tukang todong.

Mau nyalakan komputer musti nodong pegawai PLN, mau cuci baju musti nodong pembantu, mau nikah musti nodong penghulu, mau makan nasi musti nodong petani, mau berobat musti nodong dokter…

Tapi…
Mau nodong pakai apa wong kagak ada yang jualan pistol. Mau nodong penodong? Bisa2 kita yang kena todong duluan dan dijadikan pembantunya tukang todong.

Kita semua akan kembali ke jaman batu. Kita akan seperti Era Flinstone.

meta/mars


Jadilah Dokter Gigi

January 20th, 2010 Mars 32 comments

Laris manis adalah dambaan setiap orang, tak terkecuali dokter. Banyak pilihan ditawarkan, mulai dari dokter gigi sampai dokter kandungan.

Secara metalogika (matematika campur logika), jadi dokter gigi adalah pilihan yang paling bijaksana sekaligus cerdas. Dengan jumlah tiga puluh sekian, gigi manusia sangat berpotensi untuk sakit.

Ini sangat beda dengan jumlah kandungan atau jantung manusia yang cuman satu. Telinga dan mata juga tak lebih dari dua eksemplar.

Secara teori peluang alias ekspektasi, frekuensi sakit gigi jauh lebih tinggi daripada sakit jantung, sakit mata atau sakit perut. Tiga puluh satu gigi yang lain boleh sehat, tapi satu gigi saja sakit, sakit gigilah orang itu. Mau 1 atau 2, yg namanya sakit gigi rasanya sama. Suakiiiittttt!!.

Ini maknanya, dokter gigi jauh lebih laris ketimbang dokter apapun, dimanapun dan kapanpun. Yang pernah belajar matematika pasti tau bahwa frekuensi harapan adalah nilai peluang dikalikan banyaknya obyek atau percobaan.

Andai gigi diberi nomor urut, dan andai pula sebulan sekali ada giliran gigi sakit, maka dalam waktu dua setengah tahunpun belum semua gigi dapat giliran… :D

Contoh sederhana…
Andai kita punya 32 ayam dan tetangga kita hanya punya seekor, maka bisa diduga bahwa kita lebih sering mendapati ayam kita sakit ketimbang tetangga kita.

Oleh karena itu layak dipertimbangkan, andai pengin jadi dokter, jadilah dokter gigi saja. Bukan dokter kandungan, bukan pula dokter mata. Tapi sekali lagi perlu dicermati bahwa ini adalah tinjauan metalogika. Masih banyak parameter lain yang wajib dijadikan acuan. Dokter gigi tak hanya nyabut gigi, tapi juga merawat gigi.

<semoga>kita tidak sakit gigi atau sakit mata</semoga>

Sayalah Si Pemanjat Tebing

November 29th, 2009 Mars 29 comments

Menyambung tulisan sebelumnya, kenapa saya buang energi bersusah payah buat postingan berbelit dan rumit, bukankah pakai photoshop nggak sampai lima menitpun jadi?.

Yang kayak begini… :D

Cuman pejet tombol printscreen, diolah dikit pakai photoshop, jadilah. Kalau hanya butuh tampilan memang iya. Tapi sesuatu yang didapat dengan kerja keras pastilah akan menghasilkan sesuatu yang lebih dibanding cara instan.

Bagaimana saya bisa ngelink teks biru itu kalau itu image?. Kelebihan dari format teks adalah kita bisa memasang link dimanapaun kita mau, yang secara Ilmu SEO jelas ini punya nilai tersendiri.

Ibarat kata, saya ini pemanjat tebing. Bisa saja saya sewa helikopter untuk menaruh saya di puncak tebing. Praktis, aman dan cepat. Tapi saya tak dapat kepuasan apa2…

Tentang bagaimana cara buat paragraf bertingkat, akan saya tulis pada postingan berikutnya. Kalau saya tulis sekarang, nanti saya kehabisan bahan buat update blog :D

Categories: logika, pendapat Tags: