Archive

Archive for the ‘pendapat’ Category

Hitam Putih

March 5th, 2010 Mars 35 comments

Hitam putih memang beda, tapi untuk saling melengkapi, bukan untuk diperdebatkan. Keberadaan putih adalah bentuk dukungan agar hitam bisa kelihatan hitamnya. Hitam tak akan kelihatan hitam manakala dia berada di antara hijau dan biru, tapi dengan adanya putih, maka hitam semakin keliatan eksistensinya.

Seperti itulah hakekat hitam dan putih. Kalau ada perbedaan, justru kita2 manusia inilah yang mempermasalahkan, yang membesar2kan dan menajamkan adanya perbedaan.

Hitam sering dijadikan ungkapan kejelekan. Ada kambing hitam, dunia hitam, ilmu hitam, golongan hitam dan sebagainya. Seperti putih, keberadaan hitam sesungguhnya untuk pelengkap bagi si putih. Kertas putih akan lebih punya makna apabila ada tulisan hitam di sana. Kertas putih akan kehilangan makna apabila hanya ditulisi dengan kuning atau pink saja.

Mendikotomikan hitam dan putih hanya akan mempersempit sudut pandang kita. Lewat tulisan ini saya mencoba menunjukkan, betapa hitam dan putih bisa bersinergi, bisa berdampingan dengan nyaman. Putih tak selalu bersih, hitam tak mesti kelam. Saya suka hitam, sama seperti saya suka putih, karena saya suka hitam dan putih.

Tulisan ini tidak saya ikutkan apa2, karena saya memang tidak mengikuti apapun.

Sama Mahalnya

February 26th, 2010 Mars 38 comments

Terlalu sering kita mendengar orang berkata bahwa “Sehat Itu Mahal“. Saya setuju bahkan sangat setuju. Tapi ternyata, yang mahal itu tak cuma sehat, sakitpun bahkan bisa lebih mahal.

Sunat misalnya.
Siapa sich yang berani mengatakan sunat itu nggak sakit. Dan ternyata biaya sunat itu nggak murah. Saya sudah 2 kali melaksanakannya. Bukan saya yang sunat 2 kali, tapi saya telah 2 kali nyunatkan 2 anak saya. Biaya Tukang Sunatnya relatif murah, tapi biaya lain2nya itu yang ngedab2i. Apalagi saya harus memikirkan tradisi orang punya kerja ala daerah saya dan ala daerah istri saya.

Memang bisa saja dilaksanakan secukupnya kayak gunting pita peresmian. Tapi bagaimanapun kami berdua punya keluarga besar, yang tak akan mungkin bisa saya tinggal begitu saja. Mbah2nya anak saya bisa marah luar biasa.

Read more…

Paling Banyak Di Klick

January 31st, 2010 Mars 55 comments

Saya sering melihat widget di blognya orang tentang postingan yang paling banyak di klick tapi saya tidak memasangnya karena sudah punya cara tersendiri yang lebih anti biasa.

Dan saya yakin, postingan kali ini tanpa dimintapun pasti banyak yang ngeklick. Sangat Pasti :!:


Sambutan Panitia :
Pertama kami sampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Di hadapan Bapak/Ibu/Saudara telah kami persiapkan 4 tombol bernomor. Silakan dipilih salah satu untuk di klick.

Ingat, satu orang hanya satu pilihan!. Selamat menentukan pilihan, selamat ngeklick.


Dari kejauhan saya melihat bahwa Anda mengklick semua tombol. Itu maknanya prediksi saya benar. Anda tidak cocok kerja di air karena pasti sering merusak kran. Anda hobbynya buka-tutup buka-tutup melulu… :D

Satu hal lagi, ternyata Anda tak hanya mengklick semua tombol, tapi juga memperhatikan dengan seksama semua yang tampak di depan Anda. Padahal tak satupun ada petunjuk untuk mencermati apa yang Anda lihat.

Tambahan informasi saja, foto hitam putih yang ada di hadapan Anda itu adalah Made in Korea asli, bukan bajakan Made in Japan !. Dia penyanyi. Dialah Lee Hyo Ri

Dan sempurnalah postingan saya ini sebagai postingan dengan klick tertinggi… :D

Jadilah Dokter Gigi

January 20th, 2010 Mars 32 comments

Laris manis adalah dambaan setiap orang, tak terkecuali dokter. Banyak pilihan ditawarkan, mulai dari dokter gigi sampai dokter kandungan.

Secara metalogika (matematika campur logika), jadi dokter gigi adalah pilihan yang paling bijaksana sekaligus cerdas. Dengan jumlah tiga puluh sekian, gigi manusia sangat berpotensi untuk sakit.

Ini sangat beda dengan jumlah kandungan atau jantung manusia yang cuman satu. Telinga dan mata juga tak lebih dari dua eksemplar.

Secara teori peluang alias ekspektasi, frekuensi sakit gigi jauh lebih tinggi daripada sakit jantung, sakit mata atau sakit perut. Tiga puluh satu gigi yang lain boleh sehat, tapi satu gigi saja sakit, sakit gigilah orang itu. Mau 1 atau 2, yg namanya sakit gigi rasanya sama. Suakiiiittttt!!.

Ini maknanya, dokter gigi jauh lebih laris ketimbang dokter apapun, dimanapun dan kapanpun. Yang pernah belajar matematika pasti tau bahwa frekuensi harapan adalah nilai peluang dikalikan banyaknya obyek atau percobaan.

Andai gigi diberi nomor urut, dan andai pula sebulan sekali ada giliran gigi sakit, maka dalam waktu dua setengah tahunpun belum semua gigi dapat giliran… :D

Contoh sederhana…
Andai kita punya 32 ayam dan tetangga kita hanya punya seekor, maka bisa diduga bahwa kita lebih sering mendapati ayam kita sakit ketimbang tetangga kita.

Oleh karena itu layak dipertimbangkan, andai pengin jadi dokter, jadilah dokter gigi saja. Bukan dokter kandungan, bukan pula dokter mata. Tapi sekali lagi perlu dicermati bahwa ini adalah tinjauan metalogika. Masih banyak parameter lain yang wajib dijadikan acuan. Dokter gigi tak hanya nyabut gigi, tapi juga merawat gigi.

<semoga>kita tidak sakit gigi atau sakit mata</semoga>

Jangan Banyak Mikir

January 8th, 2010 Mars 40 comments

Ada nasehat yang pernah saya dapat dari guru saya. Singkat dan padat. Pesannya berbunyi “Wis gek ndang ditandangi, nek mikir terus kapan rampunge?”. Inti dari pesan tersebut adalah “Jangan Banyak Mikir“.

Sebagai latihan pertama, sampeyan nggak perlu susah2 mikir makna pesan itu, lha wong pesannya saja nggak boleh banyak mikir kok. Kalau nggak paham biarin ajah. Nggak perlu dipikir, jangan dibaca ulang.

Saya sendiri suka dan sangat mengiyakan pesan itu. Menurut saya, kalau mikir melulu kapan klarnya?. Kalau kebanyakan mikir, kapan action nya?.

Ini era digital. Buat apa banyak mikir?. Mau ngetung ada kalkulator, mau makan ada mie instan, mau cepat ada pesawat, mau kawinan ada EO, mau uang sekoper ada printer laser, mau ngilers ada pampers, mau bunuh diri ada tower tinggi2. Mau apalagi?

Fakta membuktikan bahwa orang rajin akan cari solusi, orang malas selalu cari alasan.

Solusi = 10% mikir + 90% tindakan
Alasan = 90% mikir + 10% tindakan

Jadi, kalau mau rajin jangan banyak mikir !