Makhluk Itu Bernama Contrèng
E
ntah angin apa yang membawanya, entah Tukang Bahasa mana yang memicunya, tiba2 saja makhluk aneh bernama Contrèng itu seakan bangkit dari kubur, jadi pembicaraan dimana2. Nggak cuman dibicarakan, tapi diseminarkan, disosialisasikan, dimasyarakatkan dan saat ini bahkan malah saya postingkan
Kenapa kata yang tidak baku, terkesan norak dan sangat tidak mengIndonesia begitu bisa lolos sensor?. Andai kata Contrèng itu dipandang Indah, pastilah sudah diabadikan sebagai nama orang, semisal Roy Contrèng, Contrèng Irama, Contrèng Syah dll.
Kata itu sungguh ndak nyaman ditelinga saya. Selainnya itu, kata Contrèng kan punya padan kata lain yang lebih elit, semisal Cawang maupun Cénthang, meskipun dua2nyapun asing di telinga awam, knapa nggak dipakai?.
Satu lagi yang aneh tiap pelaksanaan pemilu adalah istilah surat suara, kotak suara, penghitungan suara, bilik suara (yang malah ndak bersuara) dan istilah lain tentang suara. Saya sangat tau arti kiasan maupun kata jadi2an. Tapi knapa menggunakan istilah suara?. Knapa tidak memakai istilah pilihan atau istilah lain yang nggak anèh?. Suara kok diwadahi kotak, blas ndak nggayah. Bukankah pertanyaan yang sering muncul adalah “kamu milih apa”, tidak ada yang tanya “kamu nyuara apa…”
Aneh berikutnya adalah istilah pemilu itu sendiri. Pemilihan Umum kok disingkatnya Pemilu. Sungguh penyingkatan yang melanggar HAM. Pemilihan disingkat Pemil, sementara Umum cuman diambil U nya. Mana letak pemerataan dan keadilannya?.
Saya bertanya2, siapa sich kamprètnya yang telah menyingkat Pemilihan Umum jadi Pemilu, dan siapa pula teman si Kamprèt yang memunculkan kata Contrèng
Sungguh sebuah istilah yang sangat ndak mbejaji ![]()






















kata contreng berasal dari sebuah kampung suku terpencil di pedalaman terkucil nun jauh dimato…
[Reply]
pancen aneh yo…
[Reply]
padahal penak nyoblos lho bleeessss
[Reply]
Sudah aneh dikomentari Pakdhe saya yang tulisannya suka aneh-aneh
[Reply]
pakdhe, koment kulo ilang
[Reply]
1. Sarwo W
termasuk Wedinan
ID YM-nya mana mbah?
2. Mohon blog SMPku dicakotke di dikpora mbah : wewewe.smpn3singorojo.wotpressdotcom (ben ra ketangkap satpam mbah, plis yah mbah.
[Reply]
kalau orang jawa lebih familiar dengan ‘centang’ tapi artinya kurang lebih sama
[Reply]
Adalagi yang suka beli suara, lha kalo saya mbok emoh kalo suara saya mau dibeli…nanti saya mau ngomong pake suaranya siapa dong kalo udah dibeli…
[Reply]
Wah…wah…Pak Marsudiyanto rupanya lagi marah ni…
[Reply]
saya belum bisa nyontreng nih pak, soale terbiasa nyoblos wkwkwk
[Reply]
hihihi
emang orang indonesia kan sukanya yang miring sebelah
aneh-aneh aja
saya lebih suka centang daripada contreng… atau jangan-jangan contreng ini mau saingan dengan merek obat contr*x???
EM
[Reply]
Apakah istilah nggayah dan mbejaji sudah masuk ke dalam ibu bahasa kita Indonesia apa hanya istilah di Metamorphose saja ya
[Reply]
ho’oh ki ..
malah bikin ribet,aku ra mudeng pakde
[Reply]
kalo gak salah yg akrab di kupingku dulu “conteng”
kok jadi contreng?
djaman sudah berubah
[Reply]
Kalau istilah yagn lebih dulu saya ketahui sih Cawang maupun Cénthang dan juga Contèng *tanpa huruf R* … mungkin sekalian untuk penyegaran aja pak. Ayo kita Contrèng
[Reply]
ehmmm..aku ga’ milih2 kok..
[Reply]
cukup satu kali contreng hehehehe
geli klo dengar lagu itu di TV
[Reply]
kenapa gak coret aja ya pak
[Reply]
Iya ki enakan nyoblos
DiIndonesia kok suka mengubah2 peraturan ya??? Kasian rakyat yang mikirin cari makan udah susah makah mikirin contreng.
[Reply]
Pak…., saya agak sulit menerjemahkan istilah Mbejaji ke dalam Bahasa Banyumas…,
[Reply]
mak jegagig…
saya kaget, belum punya bayangan nyontreng yang mana…
[Reply]
Untung bukan Bendol yang ngusulin, jadi bukan Bendol Kampretnya
hehe….
[Reply]
tp nanti ikutan contreng gak pak?
[Reply]
Aku pernah liat di TV mang Contreng kok kayak boneka si Unyil
[Reply]
ahuhuu… ternyata kita sama, pak.
saya blas nggak sukak dengan istilah contreng.
nanti kalo tahu temannya kampret yg bikin itu, mari kita contreng2 bareng mukanya.
[Reply]
Menurut saya lebih enak “Centhang” … lebih manusiawi (krn njawani) dan berkonotasi positif (nek mboten klentu..)
[Reply]
lagi belajar mencontreng nih. Eh pak mar, tapi kata mencontreng sebelumnya pernah dinyanyiin P-Project loh. nie mencuri kata nih KPU. Yang judulnya “mencontreng teman” itu loh.
[Reply]
Contreng lebih punya taste, lebih brrr…
dr kata cawang…
[Reply]
Lha iya… namanya juga Pemilu, maka banyak hal yang memang akan bikin Pilu.
KPU juga banyak punya aturan2 yg maju-mundur kiri-kanan gonta-ganti bikin Pilu yg nglihat. Aturan2 teknis milih juga makin bikin Pilu. Sudah enak nyoblos kok malah diganti ‘nyontreng’. Kata Pak JK agar kita bisa ikut2an negara2 lain yg sudah mengganti nyoblos dg ‘nyontreng’. Emangnya apa setiap negara lain itu perlu kita tiru. Mbok iyao bikin gaya kita sendiri aja to ya? maunya kok ikut2an melulu.
[Reply]
Pertama saya menganjurkan tidak mencontreng…hanya membulatkan
Kedua Pemilu memang melanggar HAM..betul kata Pa’e mana letak unsur pemerataanya…
Adaaaaa..aja’
[Reply]
apapun istilahnya yang penting jangan salah pilih pakdhe..
hahaha..
[Reply]
Jadi teringat programnya mas tukul…he..he..he
[Reply]
Ndak usah protes tho mister….
Bukankah panjenengan juga memakai istilah yang jelas2 melanggar HAM juga…
Mau bukti?
BLOG EM adalah kepanjangan dari BLOG Marsudiyanto..
Semestinya biar adil dan merata, kudu disingkat BM sajah…
[Reply]
@endar
sampeyan ini sukanya nyoblos mulu sob..apa ga bosen??
[Reply]
Biasalah pak kalo orang lagi mo terkenal, biasanya bikin hal-hal yang aneh. Mumpung lagi di atas.
[Reply]
Wah, di blognya pakde rame banget yang nempel… Emang pake parfum apaan pak?
[Reply]
lebih mateb dicoblos kayaknya
[Reply]
baju tentara khan warnanya contreng-contreng
he..he..maksa banget
[Reply]
SbenarY it adalah bahasa ALIAS saja. sing penteng pada ngerti artiY apa, maksudY bagemana.
Ati ati yo kang, jangan salah nyontreng… He.
[Reply]
bahasa apa itu ya contreng, sembarangan aja ya..
[Reply]
euleuh, bahasa ti mana eta teh?teu raos kadanguana teh, pamarentah teh mani teu bareres pisan euy…
[Reply]
kalau nyawang bisa diartikan melihat dan nyentang bisa diartikansama saja nyikut,sedang nyontreng diartikan nyodok yang mentereng he e e e e e
[Reply]
Pemilu bukan singkatan pemilihan umum tapi singkatan dari pengin milih lho . . . . ..
[Reply]
Saya suka sekali blog ini
cerita hot
daftar isi
design
internet, tips dan trik
download, antivirus avg
internet, facebook
design, gratis, logo
download, software, autoshutdown
belajar seo
download, deepfreeze, protect folder
design, corel draw
illustrator, pdf, tutor
cerita, katak, tebing
opini, cerita, pendidikan
seo, katak tebing
cerita, opini, pagerank, ijasah
cara reset bios, komputer
hot, keyword, today
cerita, opini, noordin m top
tukar link
noordin m top, most wanted
cerita, ningrat
cerita, opini, search engine
cerita, opini, merdeka
cerita, opini, merdeka
cerita, opini, narkoba
tukar link
cerita, opini, puasa
seo, pagerank, hot keyword
cerita, opini
cerita, opini, hot keyword
hot keyword, backlink, seo
opini
cerita, opini, malaysia
malaysia, lagu indonesia raya
malaysia, opini
bisnis online
cerita, opini, bangsa
ganyang malaysia
copy my style, saykoji, opini
cerita, opini, noordin m top
hot keyword
hot keyword
hot keyword, kontes seo
opini, facebook
cerita, merantau
cerita, mudik
cerita
bisnis online, jual mesin cetak
[Reply]