Perbedaan dan Persamaan
S
esuatu yang sama bisa dicari perbedaannya, sesuatu yang beda bisa dipaksakan untuk dicari persamaannya. Yang pasti, bentuk pendikotomian maupun penyeragaman sangatlah tidak sehat dan tidak cerdas.
Sebagai yang bukan ahli bahasa dan pihak yang ndak kompeten, saya memandangnya dari sisi metalogika saja. Read more…
Menghilangkan Bau Badan
T
idak sedang membagi tips, tapi justru sedang mengingatkan akan kewaspadaan…
Berhati2lah kalau mendapati resep atau tips tentang menghilangkan bau badan, karena kalau salah langkah badan kita sendiri yang jadi taruhannya.
Apapun resepnya, apapun metodenya, bagaimanapun caranya, kita perlu berpikir duakali kalau mau ngilangi yang namanya bau badan.
Knapa demikian?.
Ini berhubungan dengan Meta Logika. Bukan ilmu yang muluk, hanya ilmu sederhana hasil pemikiran orang sederhana.
Yang namanya bau badan kita, pastilah baunya ya bau kambing kita, artinya menghilangkan bau badan kita sama artinya dengan menghilangkan kita, atau dengan kata lain kitapun akan lenyap bersama bau badan kita.
Siapkah kita lenyap dari peredaran?
Sebagai tambahan, bau badan kita adalah identitas paling dasar dan paling pertama sebelum nama dan alamat. Bukankah bau badan itu sudah ada sejak kita lahir?. Sangat dimungkinkan di suatu waktu dicantumkan di KTP, sehingga di bawah nama dan alamat ada bau badan yang isinya mungkin penguk, apek, sengak, sengur, sengir, kecut atau nyegrak…
Matematikaria

Catatan :
Tidak sedang mati ide, tidak sedang malas, tapi sedang bertapa di Gunung Sulumits Retsambew untuk mengejar gelar tukang nggame, sekaligus nostalgia dengan tulisan lama saya yang mudah2an bisa jadi inspirasi.
M
au dibuat gampang ya gampang, mau dibikin susah ya susah. Semua bergantung cara pandang kita, dari bagaimana kita menyikapinya. Itulah Matematika. Sama seperti menulislah. Ada yang berkata nulis itu susah, tapi sebagian lain mengatakan nulis itu mudah.
Sebagian orang mempertanyakan, buat apa belajar Matematika susah2, lha wong dalam kehidupan nyata ndak selalu dipakai semuanya. Paling2 buat njumlah, ngurangi, mbagi dan ngalikan dowang.
Pendapat seperti itu tidak 100% salah, karena memang sebagian yang diajarkan di Matematika semacam akar, logaritma, kalkulus, trigonometri dan beberapa lainnya tak jelas keterpakaiannya dalam kehidupan sehari2. Tapi mereka tidak pernah berpikir, bahwa diri kita ini terdiri dari fisik dan non fisik.
Fisik dilatih melalui olah raga, senam atau latihan fisik lainnya. Kalau orang rutin lari pagi, apa ya harus mempertimbangkan nanti dipakai apa tidak. Latihan lari bukan hanya bagi mereka2 yang kesehariannya bekerja dengan lari. Intinya, orang berlari bukan karena biar pinter lari, bukan pula menggunakan lari sebagai pekerjaan atau keahlian, tapi untuk efek yang ditimbulkan dari berlari itu.
Seperti itulah Filosofi Matematika. Belajar Matematika adalah belajar non fisik. Dengan belajar Matematika, pola pikir kita, ketajaman akal kita, sistematika di otak kita semua terasah, semua terlatih.
Itulah kenapa, Matematika ada di setiap jurusan SMA, dari IPA, IPS dan Bahasa, bahkan di Ujian Nasionalkan.
Mari belajar Matematika bersama saya… Gratis, tinggal Klick !!
![]() |
![]() |
![]() |











Inbox Tjap Koepoe