Tidak Semua Laki Laki
Emansipasi Wanita khususnya di Indonesia telah membawa pengaruh yang signifikan dalam segala bidang. Dominasi laki2 telah bergeser, apalagi berdasar sensus penduduk juga menunjukkan bahwa jumlah wanita jauh lebih banyak daripada lelaki.
Dalam skala kecilpun hal itu terjadi. Sahabat yang berkunjung ke blog saya ini misalnya, antara wanita dan lelaki tak ada bedanya dari sisi jumlah, atau dengan kata lain tidak semua laki2.
Sebagai bentuk apreasi saya atas fenomena alam tersebut, berikut saya persembahkan instrumentalia dengan judul sama, yaitu Tidak Semua Laki Laki. Selamat berjosang (Joget Pisang).



[download]
Dan tetap nantikan Roadshow Bali Tersenyum secara live hanya di sini, beberapa hari lagi. Anda tak akan temukan di blog manapun…
Masih SMP
Ada yang bilang, masa sekolah adalah masa yang indah, tak terkecuali pula anak SMP. Ada juga yang bilang, masa SMP adalah masa mencari jati diri, meskipun pengertian jati diri sendiri masih nggak jelas apa maksudnya.
Dan saya sendiri bilang, anak SMP adalah anak dipersimpangan. Mau dibilang cicak sudah kebesaran, mau dikategorikan buaya belum cukup kekar. Mau dibilang sapu tangan sudah kelewat lebar, mau dibilang taplak meja masih sangat ngapret. Saat dikampung merayakan HUT kemerdekaan, anak SMP nggak boleh ikut lomba anak2, sementara itu kalau ada acara “selamatan”, anak SMP belum laku dipasaran. Doanya masih diragukan Tapi saya setuju, masa sekolah adalah masa yang cukup indah. Mereka2 yang selama ini bikin keyword Anak SMP tapi menyesatkan seakan lupa kalau dia pernah SMP. Atau jangan2 mereka itu SD aja nggak lulus?
Hanya Sebuah Jeda
Kehidupan manusia tak lepas dari suka dan duka, sedih dan bahagia, tangis dan tawa, terpuruk dan berjaya. Masing2 hanyalah jeda antara satu terhadap lainnya. Diantara suka pasti terselip duka, dan selepas sedih pasti datang bahagia. Begitu juga dengan yang lainnya.
Yang terpenting adalah bagaimana seharusnya kita mengorganisir agar jeda2 itu tidak menjadi hambatan tapi justru kita jadikan sebagai ajang latihan. Dengan ada duka, kita semakin menghargai suka, dengan mampirnya sedih, kita jadi merasakan betapa berartinya bahagia dan saat terpuruk kita jadi sadar betapa pentingnya menjaga saat2 berjaya.
Percayalah, tangis kita adalah jeda sementara untuk menanti datangnya tawa.
Tulisan inipun hanya sebuah jeda, agar tak melulu tampilkan gambar dan suara. Diantara tulisan perlu diselipkan gambar, di sela2 gambarpun harus disisipkan tulisan. Itulah makna sebuah jeda menurut saya.
![]() |
![]() |
![]() |











Inbox Tjap Koepoe