Archive

Posts Tagged ‘contreng’

Coblos jadi Contrèng itu Milyaran lho…

April 7th, 2009 Mars 26 comments

contrengB

erapa milyar rupiah yang terpakai untuk mengkampanyekan kata “contrèng” menggantikan “coblos” ya?. Nggak cuman uang, tapi juga waktu, tenaga dan pikiran…

Ndak perlu penelitian mendalam kayak nyusun skripsi, tapi pastilah ongkos yang musti dikeluarkan amat sangat besar sekali.

Mulai dari seminar, workshop, sosialisasi di pusat sampai daerah untuk menjelaskan bagaimana cara nyontrèng yang baik dan benar. Lalu pasang spanduk, terbitkan leaflet dan buku panduan manual jutaan eksemplar, nyediakan alat tulis buat nyontrèng (yang pasti lebih mahal ketimbang paku). Saya ndak tau, nantinya disiapkan karet penghapus apa nggak ya?.

Atau…
Kalau perlu, disediakan alat khusus seperti penggaris berlobang (mirip yang dipakai siswa kalau ujian pakai lembar jawab komputer) tapi bentuk contrèng, biar nyontrèngnya gampang dan rapi.

Andai saya orang KPU, akan saya buat lebih menarik. Bukan nyoblos bukan nyontrèng, tapi mewarnai pakai crayon. Etung2, sekalian hiburan. Bukankah usia 17 taun ke atas sudah lama nggak mewarnai?.

Categories: umum Tags: , ,

Makhluk Itu Bernama Contrèng

March 18th, 2009 Mars 44 comments

E

ntah angin apa yang membawanya, entah Tukang Bahasa mana yang memicunya, tiba2 saja makhluk aneh bernama Contrèng itu seakan bangkit dari kubur, jadi pembicaraan dimana2. Nggak cuman dibicarakan, tapi diseminarkan, disosialisasikan, dimasyarakatkan dan saat ini bahkan malah saya postingkan :!:

Kenapa kata yang tidak baku, terkesan norak dan sangat tidak mengIndonesia begitu bisa lolos sensor?. Andai kata Contrèng itu dipandang Indah, pastilah sudah diabadikan sebagai nama orang, semisal Roy Contrèng, Contrèng Irama, Contrèng Syah dll.

Kata itu sungguh ndak nyaman ditelinga saya. Selainnya itu, kata Contrèng kan punya padan kata lain yang lebih elit, semisal Cawang maupun Cénthang, meskipun dua2nyapun asing di telinga awam, knapa nggak dipakai?.

Satu lagi yang aneh tiap pelaksanaan pemilu adalah istilah surat suara, kotak suara, penghitungan suara, bilik suara (yang malah ndak bersuara) dan istilah lain tentang suara. Saya sangat tau arti kiasan maupun kata jadi2an. Tapi knapa menggunakan istilah suara?. Knapa tidak memakai istilah pilihan atau istilah lain yang nggak anèh?. Suara kok diwadahi kotak, blas ndak nggayah. Bukankah pertanyaan yang sering muncul adalah “kamu milih apa”, tidak ada yang tanya “kamu nyuara apa…” :mrgreen:

Aneh berikutnya adalah istilah pemilu itu sendiri. Pemilihan Umum kok disingkatnya Pemilu. Sungguh penyingkatan yang melanggar HAM. Pemilihan disingkat Pemil, sementara Umum cuman diambil U nya. Mana letak pemerataan dan keadilannya?.

Saya bertanya2, siapa sich kamprètnya yang telah menyingkat Pemilihan Umum jadi Pemilu, dan siapa pula teman si Kamprèt yang memunculkan kata Contrèng :?:
Sungguh sebuah istilah yang sangat ndak mbejaji :lol:

Categories: intermeso, pendapat Tags: ,