Coblos jadi Contrèng itu Milyaran lho…
erapa milyar rupiah yang terpakai untuk mengkampanyekan kata “contrèng” menggantikan “coblos” ya?. Nggak cuman uang, tapi juga waktu, tenaga dan pikiran…
Ndak perlu penelitian mendalam kayak nyusun skripsi, tapi pastilah ongkos yang musti dikeluarkan amat sangat besar sekali.
Mulai dari seminar, workshop, sosialisasi di pusat sampai daerah untuk menjelaskan bagaimana cara nyontrèng yang baik dan benar. Lalu pasang spanduk, terbitkan leaflet dan buku panduan manual jutaan eksemplar, nyediakan alat tulis buat nyontrèng (yang pasti lebih mahal ketimbang paku). Saya ndak tau, nantinya disiapkan karet penghapus apa nggak ya?.
Atau…
Kalau perlu, disediakan alat khusus seperti penggaris berlobang (mirip yang dipakai siswa kalau ujian pakai lembar jawab komputer) tapi bentuk contrèng, biar nyontrèngnya gampang dan rapi.
Andai saya orang KPU, akan saya buat lebih menarik. Bukan nyoblos bukan nyontrèng, tapi mewarnai pakai crayon. Etung2, sekalian hiburan. Bukankah usia 17 taun ke atas sudah lama nggak mewarnai?.























Catatan Dari Sahabat