Jangan Banyak Mikir
Ada nasehat yang pernah saya dapat dari guru saya. Singkat dan padat. Pesannya berbunyi “Wis gek ndang ditandangi, nek mikir terus kapan rampunge?”. Inti dari pesan tersebut adalah “Jangan Banyak Mikir“.
Sebagai latihan pertama, sampeyan nggak perlu susah2 mikir makna pesan itu, lha wong pesannya saja nggak boleh banyak mikir kok. Kalau nggak paham biarin ajah. Nggak perlu dipikir, jangan dibaca ulang.
Saya sendiri suka dan sangat mengiyakan pesan itu. Menurut saya, kalau mikir melulu kapan klarnya?. Kalau kebanyakan mikir, kapan action nya?.
Ini era digital. Buat apa banyak mikir?. Mau ngetung ada kalkulator, mau makan ada mie instan, mau cepat ada pesawat, mau kawinan ada EO, mau uang sekoper ada printer laser, mau ngilers ada pampers, mau bunuh diri ada tower tinggi2. Mau apalagi?
Fakta membuktikan bahwa orang rajin akan cari solusi, orang malas selalu cari alasan.
Solusi = 10% mikir + 90% tindakan
Alasan = 90% mikir + 10% tindakan
Jadi, kalau mau rajin jangan banyak mikir !


