Menggambar Buah Simalakama di Tabularasa
E
ntah kenapa, ada beberapa kata yang dipakai secara eksklusif dan tampaknya tidak dipakai dalam penggunaan lain.
Lihatlah kata tabula rasa yang katanya dari bahasa latin dan punya arti kertas kosong. Kata ini hanya dipakai untuk mengibaratkan bayi yang baru lahir.
Lalu kata simalakama yang disebut juga buah mahkota dewa. Kata ini hanya muncul dalam peribahasa “Seperti Makan Buah Simalakama” yang punya makna pilihan yang sangat sulit karena dimakan atau tidak, kita akan kehilangan salah satu orang tua.
Peribahasa ada ratusan, tapi kata yang dipakai tidak membingungkan, tidak seperti buah simalakama atau tabularasa. Peribahasa ‘Seperti Air di Daun Talas’ atau juga “Semut di Seberang Lautan Jelas Kelihatan, Gajah di Pelupuk Mata Tidak Kelihatan”. Kata air, daun talas, semut, lautan, gajah dan pelupuk mata maknanya jelas, nyata adanya, mudah dimengerti dan dipakai juga pada kalimat sehari2.
Saat sekolah dan mendapatkan pelajaran tentang tabula rasa dan buah simalakama, saya hanya ngangguk-angguk saja, tapi sekarang tiba2 muncul tanda tanya, kenapa kata2 tersebut tak pernah kedengaran dalam pemakaian lain?. Saya sangat tahu itu kiasan, tapi yang kiasan adalah peribahasanya, bukan tiap kata yang terkandung di dalamnya. Saya menjuluki dua kata tadi sebagai kata eksklusif…
Untuk para ahli, tolong beri saya pencerahan agar saya bisa nggambar buah simalakama di tabula rasa…






















Catatan Dari Sahabat